Banjir Bandang Menerjang Desa Kubulangka Cukuh Balak, Puluhan Rumah Rusak

Kubulangka Cukuh Balak Hujan lebat kembali mengguyur pekon Kubulangka Kecamatan Cukuh Balak kabupaten Tanggamus, yang menyebabkan banjir bandang hingga menyapu rata rumah warga, Kamis (8/11).

Menurut kepala pekon Kubulangka bapak Sobirin, Hujan yang mengguyur pekon Kubulangka dari tanggal (7/11) kemarin, membuat pekon Kubulangka porak poranda.

“Hujan lebat yang berlangsung dari hari rabu kemarin sudah menenggelamkan 60 unit rumah warga, memutuskan akses jalan, memutuskan akses penerangan desa, serta menenggelamkan area persawahan warga yang diperkirakan seluas 7 hektar,” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan, hujan lebat yang terjadi tidak hanya menyebabkan banjir serta kerusakan saja, namun dibeberapa titik juga terjadi tanah longsor yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat deras.

“Akibat curah hujan yang sangat deras memang tidak hanya menyebabkan bajir saja, namun menyebabkan tanah longsor juga, dan itu terjadi di RT 02,” ujarnya.

Senada dengan Babinkatimas bapak Riza Angga Kusuma, serta anggota Babinsa bapak Fitra Jaya yang meninjau secara di area terjadinya bencana bahwa, kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir dan tanah longsor tersebut sangat memprihatinkan.

“Melihat kondisi dilokasi terjadinya bencana yang sangat porak poranda, kami selaku aparatur desa sangat mengharapkan agar pemerintah dapat bertindak cepat, untuk membuka akses jalan kembali serta mengatasi musibah yang terjadi di pekon Kubulangka,” ujarnya.

Dari terjadinya tanah longsor tersebut bapak Fitra juga menjelaskan, bahawa ada beberapa korban yang tertimpah tanah longsor.

“Dari kejadian tanah longsor tersebut, Siangnya warga kami langsung melakukan tindakan evakuasi. Dari hasil evakuasi tersebut seorang warga yang terkena longsor, namanya Pak timin posisi lagi di umbulan ada tiga org dan dua org bisa menyelamatkan diri, akan tetapi pak Timin tertimbun setengah badan, dan akhirnya bisa dievakuasi oleh warga sekitar pada pukul 9 pagi, korban sempat dirawat oleh bidan desa akan tetapi tidak bisa diselamatkan dan akhirnya meninggal sekitar pada pukul 15:00,” jelasnya.

Berikut gambar terkini kondisi lokasi yang berhasil kami abadikan.